Kebumen, 17 Agustus 2026 — SMP Negeri 4 Kebumen melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2026, di lapangan SMP Negeri 4 Kebumen. Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat nasionalisme, diikuti oleh Bapak/Ibu guru dan tenaga kependidikan, serta seluruh murid SMP Negeri 4 Kebumen. Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Hary Susanto, S.Kom.
Dalam amanatnya, Bapak Hary Susanto menyampaikan bahwa kemerdekaan bukan sekadar upacara, pengibaran bendera Merah Putih, atau menghafal teks Proklamasi, tetapi merupakan sebuah tanggung jawab. Para pahlawan telah berjuang untuk memberikan kesempatan kepada generasi penerus bangsa untuk hidup, belajar, bermimpi, dan menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat.
Mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, beliau mengajak para murid memahami bahwa perjuangan pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda. Tantangan generasi muda antara lain kebodohan, kemalasan, ketidakjujuran, intoleransi, narkoba, perundungan, kecanduan gawai, hingga penyebaran berita palsu. Di era digital, teknologi dan media sosial dapat menjadi sarana belajar dan berkembang, tetapi juga dapat menjadi tantangan apabila tidak digunakan secara bijak.
Dalam amanatnya, Bapak Hary Susanto menitipkan lima bekal penting kepada para murid, yaitu menjadi manusia yang berilmu, menjadi pribadi yang jujur, menghormati orang lain, menguasai teknologi tanpa diperbudak teknologi, serta berani bermimpi dan bekerja keras. Beliau juga mengingatkan bahwa kecerdasan buatan (AI) hendaknya digunakan sebagai alat untuk membantu belajar dan bekerja, bukan membuat manusia berhenti berpikir. Para murid diharapkan tetap memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, beliau mengajak para murid untuk tidak merasa rendah diri hanya karena masih berstatus sebagai anak SMP. Menurutnya, masa SMP merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan. Cita-cita sebagai dokter, guru, programmer, pengusaha, pemimpin, maupun profesi lainnya harus diiringi dengan kebiasaan belajar, membaca, berlatih, berolahraga, beribadah, menghormati orang tua dan guru, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
Mengakhiri amanatnya, Bapak Hary Susanto mengajak seluruh murid mengisi kemerdekaan dengan ilmu, karakter, kejujuran, prestasi, persatuan, teknologi, dan karya nyata. “Jangan bertanya apa yang sudah Indonesia berikan kepada saya, tetapi mulailah bertanya apa yang suatu hari nanti bisa saya berikan kepada Indonesia,” pesannya. Upacara kemudian ditutup dengan ajakan untuk bersama-sama mewujudkan generasi yang mampu menjadi bagian dari kemajuan Indonesia. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!